BELAJAR KOSAKATA LEWAT BUKU


“A Series of Unfortunate Events”

 

A Series of Unfortunate Events merupakan buku anak-anak karangan Daniel Handler yang terdiri dari 13 seri. Sebenernya gue sendiri gak yakin apakah buku ini cocok untuk anak-anak karena kisahnya agak dark, meskipun disisipi beberapa humor. Secara umum buku ini mengisahkan tiga orang anak Baudelaire yang baru aja kehilangan orangtua dan rumah mereka karena sebuah kebakaran. Anak-anak ini kemudian diurus oleh seorang bankir bernama Mr. Poe, beliau juga bertugas untuk melindungi warisan keluarga Baudelaire serta menentukan siapa wali yang pantas untuk anak-anak ini. Cerita berlanjut ketika seorang laki-laki bernama Count Olaf berupaya mengambil harta kekayaan anak-anak itu dengan berbagai rencana jahatnya.

Sekilas cerita di buku ini mirip-mirip sinetron banget kan. Cerita tentang anak-anak kaya, kehilangan orangtua dengan warisan berlimpah, kemudian orang jahat mau ngambil hartanya. Tapi yang menurut gue keren adalah, penulis ini jago banget mengembangkan cerita yang sederhana melalui tulisannya. Kisah cerita memang dibangun seperti layaknya dunia kita, tapi tidak untuk penokohan dan latar ceritanya. Ketika membaca buku ini kalian akan ngeliat sendiri gimana si penulis berupaya untuk membangun imajinasi pembaca lewat penggambaran karakter dan latar yang tidak biasa (aneh).

 

The children looked from the wellscrubbed house of Justice Strauss to the dilapidated one next door. The bricks were stained with soot and grime. There were only two small windows, which were closed with the shades drawn even though it was a nice day. Rising above the windows was a tall and dirty tower that tilted slightly to the left. The front door needed to be repainted, and carved in the middle of it was an image of an eye. The entire building sagged to the side, like a crooked tooth.

 

 

Hello hello hello,” Count Olaf said in a wheezy whisper. He was very tall and very thin, dressed in a gray suit that had many dark stains on it. His face was unshaven, and rather than two eyebrows, like most human beings have, he had just one long one. His eyes were very, very shiny, which made him look both hungry and angry.

 

Buku ini menggunakan sudut pandang orang ketiga, dimana si penulis menjadi narator dalam cerita. Namun tidak seperti cerita pada umumnya yang menjadikan narator sebagai peran yang tidak begitu terlihat dan kurang penting, kemunculan si narator dalam buku ini justru memberikan daya tarik tersendiri. Penulis bahkan menggunakan nama Lemony Snicket sebagai nama anonimnya. Nama ini kemudian melekat sebagai sosok narator sekaligus pengarang dari kisah ini sendiri. Menurut gue pribadi, sang narator ini seolah digambarkan seperti reporter yang lagi memberitakan tempat kejadian perkara, tapi in amusing way gitu deh pokoknya. Jadi dalam buku ini, narator seperti punya peran tersendiri yang tidak kalah penting dari karakter lainnya.

 

If you are interested in stories with happy endings, you would be better off reading some other book. In this book, not only is there no happy ending, there is no happy beginning and very few happy things in the middle. This is because not very many happy things happened in the lives of the three Baudelaire youngsters. Violet, Klaus, and Sunny Baudelaire were intelligent children, and they were charming, and resourceful, and had pleasant facial features, but they were extremely unlucky, and most everything that happened to them was rife with misfortune, misery, and despair. I’m sorry to tell you this, but that is how the story goes.

 

Tidak cuma itu, si penulis banyak menggunakan kata-kata asing dan tidak umum dalam menjelaskan suatu keadaan. Tapi yang bikin gue suka adalah, si penulis—yang juga seorang narator dalam cerita—kemudian menjelaskan makna dari kata-kata itu dengan cara yang unik dan menarik. Buat gue sendiri, si penulis benar-benar jenius dalam menjelaskan dan menggambarkan suatu makna lewat kata-kata. Pokoknya buku ini sangat ngebantu kalian yang mau belajar bahasa inggris dan menambah wawasan kebahasaan.

 

It is very useful, when one is young, to learn the difference between “literally” and “figuratively.” If something happens literally, it actually happens; if something happens figuratively, it feels like it’s happening. If you are literally jumping for joy, for instance, it means you are leaping in the air because you are very happy. If you are figuratively jumping for joy, it means you are so happy that you could jump for joy, but are saving your energy for other matters.

 

 

They then went to their room and crowded together on the one bed, reading intently and happily. Figuratively, they escaped from Count Olaf and their miserable existence. They did not literally escape, because they were still in his house and vulnerable to Olaf’s evil in loco parentis ways. But by immersing themselves in their favorite reading topics, they felt far away from their predicament, as if they had escaped. In the situation of the orphans, figuratively escaping was not enough, of course, but at the end of a tiring and hopeless day, it would have to do.

 

Perlu diketahui sebelumnya bahwa buku ini bernuansa fantasi jadi jangan heran jika terasa tidak masuk akal. Buku ini memang ditujukan untuk kalian yang suka cerita-cerita aneh dan tidak biasa. Jangan harap kalian akan menemukan cerita-cerita seperti dalam buku Bumi Manusia ataupun sejenisnya. Menurut gue buku ini juga akan cocok untuk kalian yang nggak hobi-hobi banget baca buku karena bahasanya mudah dipahami dan halamannya nggak banyak-banyak banget.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah buku ini mengandung banyak kesedihan dan ketidakberuntungan. Jadi siapapun yang akan membaca buku ini pastikan kamu sudah menyelesaikan masalah trauma dan depresi mu. Jangan sampai membaca buku ini membuatmu semakin sedih dan terpuruk.

     Terakhir, gue juga akan melampirkan link download ebook gratis di bawah ini. Semoga buku ini bisa bantu kalian belajar bahasa dan memperluas imajinasi kalian. Selamat membaca!

 

A Series of Unfortunate Events #1 The Bad Beginning

https://id1lib.org/book/955645/9a7d49

A Series of Unfortunate Events #2 The Reptile Room

https://id1lib.org/book/975202/3dafcf

A Series of Unfortunate Events #3 The Wide Window

https://id1lib.org/book/912695/4682a4

A Series of Unfortunate Events #4 The Miserable Mill

https://id1lib.org/book/1187213/0e8a06

A Series of Unfortunate Events #5 The Austere Academy

https://id1lib.org/book/1187625/ecb14b

A Series of Unfortunate Events #6 The Ersatz Elevator

https://id1lib.org/book/894690/cb67f6

A Series of Unfortunate Events #7 The Vile Village

https://id1lib.org/book/945570/3d0990

A Series of Unfortunate Events #8 The Hostile Hospital

https://id1lib.org/book/1015618/ab7209

A Series of Unfortunate Events #9 The Carnivorous Carnival

https://id1lib.org/book/843899/ff64d8

A Series of Unfortunate Events #10 The Slippery Slope

https://id1lib.org/book/950578/9b0941

A Series of Unfortunate Events #11 The Grim Grotto

https://id1lib.org/book/1006697/0e3f6b

A Series of Unfortunate Events #12 The Penultimate Peril

https://id1lib.org/book/928359/b9bd85

A Series of Unfortunate Events #13 The End

https://id1lib.org/book/875250/dd18f9

 

 

Comments