Kenapa Kita Perlu Sendiri?


     Apakah kalian tipe orang yang enjoy jalan dan pergi kemana-mana sendiri? Atau kalian tipe orang yang paling gabisa jalan sendirian karena malu dan bingung sendiri harus ngapain? Gue gaakan menghakimi pilihan kalian disini, tapi biar gue kasih sebuah saran yang mungkin dapat membantu kalian dalam mengembangkan diri.

Pergi sendirian sesekali, cobain deh. Gue jamin ketika kalian udah terbiasa itu akan sangat melegakan dan membebaskan. Sekaligus membantu kalian untuk berkembang dan mengurangi ketergantungan pada orang lain. Untuk memulainya kalian gak perlu pergi jauh-jauh dulu. Coba bangun dari tempat tidur kalian, duduk, lalu putuskan ingin makan apa dan pergi makan sendiri.

Seperti tulisan sebelum-sebelumnya gue suka menyertakan pengalaman gue sendiri. Di tulisan ini pun akan sama, gue akan menceritakan pengalaman gue dalam berteman dengan kesendirian. Gue nggak inget kapan pertama kalinya gue pergi kemana-mana sendiri, tapi yang jelas frekuensi pergi sendirian lebih banyak dilakukan ketika saya sedang tidak membucin alias sedang tidak bersama siapa-siapa.

Gue ceritain beberapa pengalaman paling berkesan ketika gue pergi sendirian, mulai dari yang paling sepele sampe yang lumayan bikin capek. Semoga tulisan ini membantu ya!

1) Makan di luar

Hal termudah dan tersingkat yang bisa dilakuin untuk berlatih berteman dengan kesendirian adalah makan dan jajan sendirian. Karena seperti yang kita tahu makan tidak butuh waktu berjam-jam kecuali kamu makan all you can eat. Meskipun terlihat mudah, percayalah jika kamu baru pertama melakukannya ini tidak mudah-mudah amat.

Pertama, kalian harus memikirkan lalu memutuskan ingin makan apa. Coba pikirkan lagi baik-baik, kalian harus memikirkan dan memutuskan sendiri ingin makan apa. Tidak ada orang yang akan menawarkan kalian pilihan “mau makan ini nggak? Mau itu nggak?” gaada, kalian juga gabisa jawab “terserah” ke diri kalian sendiri. Kalian sendiri yang harus mikir. Kelamaan mikir keburu kelaperan ingat ya.

Kedua, setelah memutuskan mau makan apa kalian kemudian pergi ke tempat itu sendiri. Artinya kalian tidak akan dibonceng oleh siapa-siapa, selama perjalanan tidak ada teman yang akan kalian ajakin ngobrol, kalo panas ya kepanasasan sendirian, kalo ujan ya ujan-ujanan sendirian. Silahkan sambat sendiri.

Ketiga, jangan kaget kalo ketika kalian makan akan ada beberapa orang yang menatap ke arah kalian dengan heran. Kayak “Eh dia makan sendiri?” udah abaikan saja karena nggak penting. Nikmati saja makananmu, makanan yang sudah kamu pikirkan sejak di kasurmu tadi, makanan yang sudah kamu pilih sendiri oleh hasil berpikir keras kalian.

Pengalaman gue sendiri, gue biasanya bikin timelapse gue lagi makan biar nggak kerasa sepi banget gitu. Walaupun makin lebih diliatin lagi tapi ya saya tidak peduli soalnya ya gue nyaman-nyaman aja kayak gini. Kalo kalian kurang nyaman makan sendiri, bisa dengan makan sambil nonton youtube ataupun film biarin aja keliatan senyum dan ketawa sendiri gausah malu yang penting enjoy ok.

Terus apa faedahnya makan sendirian? Tentu saja kalian jadi bisa melatih kemandirian kalian dengan memilih jenis makanan apa yang akan kalian makan. Ini bagus untuk melatih kemampuan decision making dalam skala kecil.

2) Grocery Shopping!

Ini salah satu kegiatan favorit dan udah jadi rutinitas gue tiap bulan selama ngekos. Ya tentu saja belanjanya bukan ke IKEA atau Hypermart maupun Matahari tapi ke Mirota kampus karena harganya ramah bagi anak kos (Ini relatif sih sebenernya, tapi kalo dibandingin sama belanja di Tangerang jelas jauh bedanya).

Anyway, tingkat ini lebih sulit lagi karena kalian bukan hanya harus memutuskan satu tapi banyak hal. Pertama, kalian tentunya harus membuat list (opsional sih kalo anda pengingat silahkan diingat saja) barang apa saja yang kalian butuhkan. Artinya kalian harus memutuskan barang apa yang perlu dibeli sendiri. Serta mengontrol diri untuk membeli barang lain yang tidak masuk daftar keperluan. Gak ada teman yang akan ngingetin kalian “eh ngapain beli itu nanti gak kepake”, kamu sendiri yang mengontrol dirimu.

Kedua, kalian dipaksa untuk mengambil keputusan secara cepat ketika misalnya barang yang kalian cari sedang kosong, ataupun tersedia tapi merk lain dengan harga yang lebih mahal/murah. Di situlah kemampuan ekonomi dan matematika kalian sangat diperlukan. Kalian akan merasakan berpikir kritis hanya karena harus memilih antara ini dan itu, kalian akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian jika kalian membeli atau tidak membelinya. Kalo belanja sama teman atau orang lain, kita pasti akan otomatis bertanya “mending yang mana ya?” tapi percaya deh, keseringan nanya pendapat orang tentang pilihan hidup kita juga gak begitu baik untuk perkembangan diri kita. Karena akan ada saatnya dalam hidup ketika kita mau nggak mau harus memilih dan bertanggung-jawab terhadap pilihan yang kita buat sendiri.

Ketiga, selain melatih kemampuan berpikir belanja sendirian juga melatih kemampuan fisik kita hehe. Membawa belanjaan yang cukup banyak kadang merepotkan, apalagi kalo naik motor. Mau nggak mau harus ngide sendiri gimana caranya biar bisa bawa dengan aman dan nyaman, apalagi kalo belanjaannya ada telur auto 20km/jam.

3) Start a Small Project

Gue termasuk orang yang suka banget ke mall sendirian. Biasanya sih kalo gak ke gramedia ke toko aksesoris rumah gitu, gak selalu beli buku kadang gue suka aja beli-beli barang buat ngelukis atau ngegambar gitu. Gue juga tipe orang yang hobi banget menghias dan merombak kamar. Entah udah berapa kali itu kos gue otak-atik. Tempelin stiker lah, wallpaper lah, asal bagus aja ada kepuasan tersendiri buat gue. Beberapa kali gue berbelanja alat-alat melukis sendiri dan mendekorasi kamar kos sendiri.

Karena gue masih pemula dalam hal seni, tentunya gue mengumpulkan informasi dulu tentang apa yang diperlukan untuk melukis. Gue juga searching jenis-jenis kuas dan kegunaannya. Paling nggak gue tau apa yang sebaiknya gue beli. Kegiatan ini cukup baik untuk menambah skill kalian serta menambah wawasan kalian akan hal-hal di luar akademik.

Karena gue tipe orang yang grogian kalo lagi ngerjain sesuatu terus diliatin orang, proses pengerjaan lukisan yang dilakukan di tengah kesendirian ini memberikan gue ketenangan dan kewenangan penuh atas karya yang mau gue bikin. Gue gak terganggu dengan komentar orang seperti “eh kayaknya warnanya kurang” “eh kayaknya itu jelek bagusan ini”. Gue menjadi sadar sepenuhnya akan apa yang gue lakukan, dan gue benar-benar menikmati setiap proses melukis. Gue gak dihantui dengan rasa ketakutan akan apa komentar orang, gue fokus berproses dalam mengerjakan lukisan gue.

Dalam mendekorasi kamar, gue juga merasakan tingkat kepuasan dan kebebasan yang sama. Mendekorasi kamar sendiri menuntun diri kita untuk menemukan inspirasi dan berkreasi dengan pikiran dan jiwa kita sendiri. Kita juga melatih proses pengambilan keputusan atas apapun yang mau dibeli, mau diletakan dimana, mau di posisi seperti apa dll. Intinya melakukan kedua hal ini sendirian bikin gue happy dan puas banget.

4) Travelling Alone

Buat kalian yang suka banget sama alam, wajib melakukan hal ini sendirian. Gue udah cukup sering pergi ke pantai, bukit, dan luar kota bahkan pulau sendirian. Dan menurut gue dari beberapa contoh di atas, ini adalah tahap yang paling sulit dan paling bergantung dengan diri lo sendiri.

Pertama, tentunya kita harus melakukan proses perencanaan. Mau kemana? Naik apa? Biaya yang dimiliki berapa? Biaya yang dibutuhkan berapa? Kapan perginya? Mau lewat jalur apa? Apa aja yang perlu disiapkan dan dibawa? Rencana sampai rumah jam berapa? dan lainnya.

Kedua, mempersiapkan fisik dan mental. Ini juga gak kalah penting, terutama mental. Kalo fisik biasanya gak terkuras banget sih, tapi yang sering bermasalah itu mental kita. Pikiran kita sering kali menggiring kita untuk menyerah kayak misalnya “aduh panas banget capek gausah kali ya” “ah udahlah sampe sini aja kali udah gakuat kayaknya” “aduh ribet banget sih males ah gausah”. Kalo hal kayak gitu terjadi saran gue adalah istirahat dulu, minimal 5 menit aja sambil tenangin diri tarik napas. Abis itu pasti pikiran itu lama-lama ilang sendiri.

Dengan pergi ke alam ini kita bisa melakukan perkenalan lebih dalam dengan diri kita sendiri. Kita bisa tau sampai mana batasan, kemampuan, kekuatan, dan daya tahan kita. Selain itu kita juga bisa belajar untuk memotivasi dan memberikan dorongan bagi diri kita sendiri. Kita juga belajar untuk mempercayai diri dan kemampuan kita sendiri. Intinya proses ini membuat kita benar-benar melekat dan mengenal diri sendiri.

Situasi alam yang cenderung sepi, damai, dan tenang juga bisa membantu kita dalam melakukan refleksi diri dan melihat ke dalam diri kita lebih jauh lagi. Ini adalah waktu yang pas untuk berbincang dengan diri sendiri dan meluruskan segala persoalan yang ada dalam diri kita, intinya berdamai dengan diri sendiri.

Coba deh ngomong sama diri sendiri, apa yang selama ini bikin ganjel hati, apa yang bikin resah, gelisah. Setelah menemukan penyebabnya, coba untuk jangan terlalu keras sama diri sendiri. Stop nyalahin diri sendiri dan fokus untuk merencanakan masa depan yang lebih baik. Gunakan keindahan alam dan ketenangan dari alam untuk menuntun kalian menuju kedamaian diri dan memaafkan diri sendiri dan orang lain. Hirup sejuknya udara di alam dan rasain pelan-pelan nafas kalian, rasain setiap hembusan angin yang dikasih alam, nikmatin indahnya pemandangan sambil ngasih kata-kata positif ke diri sendiri seperti “aku hebat bisa sampai sejauh ini, aku berharga, aku kuat, aku bisa melewati semua ini” dsb. Jangan lupa juga untuk berterimakasih kepada siapapun Tuhan kalian, ucapkan syukur ketika melihat maha karya nya yang menenangkan itu. Intinya mah kalo jalan-jalan ke alam jangan cuma foto-foto tapi dinikmatin dengan kesadaran penuh.

Sementara segala proses yang kita lakukan untuk menuju tempat itu bisa dibilang merupakan sebuah perjuangan yang kita hadapi. Nggak jarang di perjalanan nanti kita akan mengalami kemalangan, rintangan, hambatan dan ada aja berbagai hal yang terjadi. Sebagai contoh gue pernah ngalamin ban kempes, keabisan minum terus kehausan, kelaperan terus makanannya abis, dikejar anjing, biaya yang tidak sesuai dengan perencanaan, nyasar, batre hp abis jadi gabisa pake gmaps, kecapean di perjalanan, jalanan rusak sampe tangan gue keram megang rem. Tapi justru disitulah keseruannya, dan akan ada rasa kebanggaan sendiri ketika kita bisa sampai ke tempat tujuan. Filosofi dari perjalanan ini adalah kita jadi bisa belajar untuk menghargai segala upaya dan usaha kita sendiri dan pada akhirnya membawa kita untuk menghargai diri sendiri. Kita akan paham pada akhirnya kalo kita itu bisa dan mampu melampaui batas kita.

Sama kayak naik gunung, kita didorong untuk terus bergerak dan melampaui batasan kita untuk bisa sampai ke puncak. Tapi bedanya kali ini kita sendiri, jadi kita sendiri lah yang berperan penting untuk memotivasi diri sendiri. Gaakan ada orang di sebelah kalian yang nyemangatin atau bantuin kalian ketika kalian mengalami kesulitan. Kalian lah yang menjadi penolong atas diri kalian sendiri.

 

“Jadi gimana? Berani coba pergi sendiri dan lihat sejauh mana kalian bisa berkembang?” 

Comments